Resume ke 4 Pubilc Speaking
Hypnotic
Language Pattern untuk Public Speaking
Disampaikan
oleh Asep Herna
Sesuai tema Hypnotic
Language Pattern untuk Public Speaking,maksudnya adalah bagaimana kita
mengeksplorai kekuatan bahasa verbal / non verbal yang bisa menembus subconscious audiens sehingga pesan
yang kita sampaikan itu menancap bukan hanya rasioalitas tapi juga diemosionalnya.
Yang perlu diperhatikan
saat hypnotic Language ada 3 :
1.
Memahami mekanisme mental audiens.
2.
Memahami teknik mempengaruhi/menggerakkan
audiens.
Yang
dapat mempengaruhi : bahasa verbal dan non verbal
3.
Memahami / mengaplikasikan untuk public
speaking,agar teredukasi jika kita sebagai Bapak/Ibu Guru.
Seperti apa yang
disampaikan Jim Ron bahwa efektifitas komunikasi itu 20% berangkat dari apa
yang anda tahu dan 80% dari apa yang anda rasa.
Untuk mempengaruhi
orang yang pobia,hanya butuh waktu kurang
lebih 15 menit,yaitu dengan cara kita edukasi aspek subconsciousnya/emosinya.
Level kesadaran
manusia/mekanisme pikiran manusia dibagi 2 :
1.
Conscious(rasionalisme) yang
mempengaruhi pikiran/prilaku kita sekitar 12%.
2.
Subconscious(sesuatu yang didalamnya
sangat logis,rasioanl,sistematis) yang mampu mempengaruhi pikiran kita sampai
88%.
Tipe Sugestibilitas
Audience :
1.
10% dari total manusia di dunia mudah dipengaruhi oleh kita/ akan
melahap semua apa yang kita sampaikan.
2.
Kelompok moderat tidak sulit, juga tidak terlalu mudah dipengaruhi,kelompok
ini mencapai 85%.
3.
Sulit
5%,orang
yang sangat sulit untuk kita pengaruhi,jadi apapun pesan yang kita
sampaikan,mereka akan merijektion apa yang kita sampaikan.
Dalam menjalankan
hypnotic kita harus bisa latihan fokus,fokus
itu sendiri berarti proses mensinergikan antara apa yang ada di kepala kita
dengan tubuh fisik kita.
Sebuah pesan menjadi
sangat efektif ketika menyentuh subconscious mind(emotional benefit),bukan
conscious mind (rational benefit).
Sebuah pesan menjadi
kebenaran mutlak saat berhasil memerogram subconscious audience.
Bahasa
Verbal dan Trance
Setiap kata memiliki
nilai emosi yang dibangun dari pengalaman sejak ia lahir hingga detik ini.Saat
sebuah kata diucapkan,maka otak kita akan searching atau mencari makna atas
kata tersebut dengan menghubungkannya atas setiap pengalaman yang pernak
dirasakan. Itulah yang disebut Trans Derivational Search (TDS).Ketika proses
TDS terjadi maka proses TRANCE pun terjadi.
1.
RHYMING
Penggunaan
rima yang konsisten mampu membius orang memasuki trance . Itu sebabnya ayat-ayat suci juga mantra akrab sekali
dengan rima.Asonansi: permainan bunyi vocal. Aliterasi : permainan bunyi
konsonan.
2.
REPITISI
Kata,frase
atau kalimat yang diulang merupakan alat efektif untuk trance. Orator seperti
Bung Karno,Hitler,termasuk Obama sering memakainya. Sesuatu yang diulang akan
mewujudkan dirinya menjadi sebuah realitas.
“Betatapapun
sebuah data diragukan kebenarannya,saat disampaikan berulang-ulang,maka ia akan
dianggap sebagai sebuah kebenaran”.
3.
POLA
KLIMAKS DAN ANTI KLIMAKS
Pikiran
sadar dan bawah sadar manusia sangat peka dengan pola bahasa ini. Pola ini begitu
efektif memainkan intensi audience.
Contoh
: dari pada saya mengatakan :”Saya ingin anda bahagia,saya bermimpi anda
sejahtera”, lebih kuat mengatakan : Kebahagiaan anda adalah keinginan
saya,kesejahteraan anda adalah mimpi saya.
4.
KATA
NEGASI VERSUS POSITIF
Pikiran
bawah sadar manusia tidak mengenali kata
“tidak”, “tak”, “nggak”, “jangan” dan
semua kata negasi lainnya. Ubah pola kalimat negasi dengan afirmasi atau
pernyataan positif.
5.
SEBAB
AKIBAT
Eksplor
kalimat,momen,Adegan dengan format sebab akibat atau sebaliknya,untuk memancing
kepercayaan subjek.Pikiran bawah sadar sangat peka dengan formulasi kalimat
seperti ini,bahkan ketika format “Sebab-Akibat”
ini tidak memiliki hubungan logis.
6.
PRESUPOSISI
Sebuah
praduga bahwa akan terjadi sebuah tindakan.Praduga ini sesungguhnya merupakan
sugesti kuat yang menggiring audience untuk merealisasikannya.
7.
DOUBLE
BIND
Mengkondisikan
subjek seakan memiliki 2 pilihan. Padahal realitas sebenarnya subjek tidak
memiliki pilihan,kecuali ide yang kita tawarkan.
Contoh
: Anak-anak,kalian bisa mengerjakan PR langsung sehabis pelajaran ini mumpung
masih hangat-hangatnya,atau bisa istirahat dulu sehingga nanti otak terasa
lebih segar ya,silahkan,bebas.
8.
SUBMODALITAS
Tehnik
ini cocok untuk komunikasi personal. Bukan massal.Eksplorasi kata-kata yang
sesuai dengan submodalitas subjek.Apakah subjek itu visual? Audio? Kinestik?
Olfactory? Atau gustatory?
Salah
satu cara mengenali tipe audience adalah dengan mengamati,jenis kata apa yang
sering diucapkannya.Kalau audience kita banyak menggunakan kata “saya dengar”,
“bunyi”, “suara”, “nyaring”,artinya audience kita bertipe AUDITORI. Begitu juga
cara mendeteksi tipe lainnya.Gunakan kata-kata sesuai hobinya,minatnya,disiplin
ilmunya,karakternya.
9.
PACING
LEADING
Menerima
dan mendukung apa yang dipikrkan,dikatakan,dan diyakini subjek,lalu dengan
lembut menggiringnya untuk selaras dengan ide yang kita sodorkan. Filosofinya
berangkat bahwa “Manusia adalah makhluk yang selalu ingin diterima”. Ketika
keakraban terjadi,maka menjadi mudah untuk melakukan call to action.
Komentar
Posting Komentar